Showing posts with label Ibu. Show all posts
Showing posts with label Ibu. Show all posts

Wednesday, November 20, 2013

Alhamdulillah. Terimakasih semuanya


Kamu pernah nggak ngerasa kangen banget sama blogg kamu, pengen cerita (lagi) banyak tapi kebingungan harus apa yang kamu ceritain? Sudah terlalu banyak yang teralami di kehidupan ini semenjak postinganku terakhir di blogg. Banyak juga suka duka yang belum sempet aku tulis karena mood yang selalu berupah-ubah (Please!).
Alhamdulillah pengobatan utama Ibu sudah selsai. Mulai dari Kemoterapi I, Kemoterapi II, Kemoterapi III, Kemoterapi IV, Operasi Pengankatan, Kemoterapi V, Tes Nuklir Radioterapi dan sampai akhirnya pemuliahan semuanya berjalan sangat sukses. Sekarang Ibu cuma tinggal berobat jalan ke Bandung untuk 3 tahun ke depan. Ya Allaaaaah ini bener-bener nikmat yang gak ketara sama apapun. Dengan cobaan ini, semoga derajat Ibu dipertinggi. Ibu udah sabar banget ngejalanin semuanya. Sabar dan gak pernah ngeluh apapun meskipun selalu kesakitan. Gak semua orang tau gimana rasanya menjalani hari-hari kemoterapi, gak semua orang ngerti gimana rasanya menjadi orang-orang terdekat dalam kehidupan Ibu. Gak semua orang ngerti itu semua. Kalo rasa sakit Ibu bisa dibagi, aku rela buat ikutan ngerasain sakit biar sakitnya Ibu menjadi lebih ringan. Aku mau.
Dulu pas pertamakali aku tau penyakit Ibu, hampir tiap waktu aku nangis sendiri. Nangis sembunyi-sembunyi dari kerumunan orang-orang, nangis yang susah banget buat di stop. Nangis tanpa ada satupun yang nenangin dan itu Cuma aku sendiri. Kadang Cuma bisa cerita selintas di blogg ini, dan itu gak bisa setiap waktu. Aku bener-bener takut. Takut segala hal yang buruk terjadi. Aku ga bisa bayangin hidup aku kalo ga ada Ibu. Entah mungkin hari-hari aku bakal kayak gimana.
Setelah beberapa saat aku bisa tenangin diri, aku mulai cerita sama orang-orang terdekat tentang ini. Bukan buat apa-apa, tapi aku gak mau mendem ini semua sendiri. Aku pengen ngungkapin kegelisahan, ketakutan & kesedihan aku yang luar biasa. Agar bikin ngebuat aku lebih lega, karena sudah terungkapkan. Itu aja.
Sekarang Ibu aku udah sembuh. Sembuh! Aku gak suka sama informasi” hoax penyakit kanker yang bikin para pembacanya down. Buat kalian semua yang selalu ada di samping aku. Makasih supportnya. Aku bisa kuat untuk menguatkan Ibu adalah salah satunya karena kalian. Makasih banyak atas doanya. Doaku yang terbaik untuk kalian semua. Terimakasih.
Satu lagi, tetap semangat untuk siapapun penderita kanker. Semua akan indah pada waktunya. Kata Ibu aku juga, terima sebagai penghapus dosa insyaAllah. Hadapi, tawakal, ikhtiar dan terus berdoa. Sekali lagi, semua akan indah pada waktunya. Semangaaaat!

Friday, May 10, 2013

Pasca Operasi Pengangkatan


Jum’at, 10 Mei 2013
@Kuningan 21:40 WIB
Alhamdulillah operasi Ibu (3 Mei 2013) berjalan dengan sangat lancar. Mulai dari Ibu menjalani Kemoterapi I, II, III, IV yang sangat luar biasa sekali efeknya ternyata dengan kegigihan untuk terus sembuh itu hampir terwujud sekarang. Ibu telah menjalani operasi pengangkatan payudara. Operasi besar yang tentu membutuhkan fisik & mental yang kuat serta dorongan & motivasi tiada henti dari orang-orang di sekitar.
        Ah, betapa gak sabarnya aku ketika melihat Ibu sembuh total nanti sebentar lagi. Adik kecilku Ipooong Katanya pengeen Car Free Day bareng pas Ibu udah sembuh. Semoga bisa terwujud. Heem dan akuu? Saat Ibu udah sembuh nanti,  aku Cuma pengen ibu sehat sehat dan sehaaaaat seterusnya serta panjang umur.
        Sedikit lagi, sedikit lagi dan lagi. Sekarang Ibu sedang dalam masa perawatan pasca operasi, setelah itu kemoterapi V, kemoterapi VI, radioterapi daaaaaaan sembuuuh! Ahhh, gak sabaaaar. Gak sabar menyambut hari lebih baik itu. Gak sabaaaar………. Coba ada kantong ajaibnya doraemon yang bisa ngeluarin mesin waktu. Hehee :p random. #lagiseneng

Lekas sembuh ya buuu aamiin… Love u so much bu…
This entry was posted in

Thursday, March 7, 2013

Tuesday, February 5, 2013

Sepucuk Surat Untuk Tuhan



Pipit Deviyanti
@vdhey
♥Donni Bhestadi Saputra
·         2,901 Tweets
·         268 Following
·         291 Followers
Tweets
You're my everything. We ♥ u, Bu.. :)
o    Reply
o    Delete
o    Favorite
o    More
8:02 AM - 5 Feb 13 · Details
Selamat beristirahat, Bu...
Good night, Bu...
Love u so much, Bu..
Selamat Ulangtahun ke 43 Ibu..
Selamat tanggal 05 Februari
Semoga Allah mengabulkan setiap do'a orang-orang yg menyayangimu, Bu...
Tidak ada kado untuk tahun ini, namun tth pastikan do'a tertulus sepanjang tahun adalah kado terindah, Bu...
Semoga dipertemukan dengan waktu terindah. Semuanya akan baik-baik saja, Bu..
Semoga selalu dalam lindungannya, Bu...
Semoga selalu diberikan kesabaran & ketabahan, Bu...
·         Reply
·         Delete
·         Favorite
·         More
Semoga panjang umur dan diberikan kesehatan, Bu...
Selamat Ulangtahun Ibu..
·         Reply
·         Delete
·         Favorite
·         More

This entry was posted in

Thursday, January 31, 2013

2 Minggu Pasca Kemoterapi I

          Hari ini, 31 Januari 2013 tepat 2 minggu pasca Ibu menjalankan proses kemoterapi pertama di RSHS Bandung. Banyak memang perubahan akibat kemoterapi tersebut. Daya tahan tubuh Ibu menjadi begitu lemah.  Terlalu lemah kalo aku anggap ini lemah, namun aku sebut ini daya tahan tubuh yang begitu mudah naik dan turun. Dokter bilang, akan banyak efek samping yang timbul sesudah kemoterapi. “Rambut akan rontok, indra perasa lidah akan hilang, daya tahan tubuh menurun, demam, mual-mual dan merosotnya nafsu makan”.
          Pada hari pertama setelah kemo kemarin, ibu sudah langsung mengalami mual-mual sehingga asupan gizi yang masuk amat sangat kurang, ibu menjadi sangat layu. Sekian hari kemudian, justru indra perasa dan penciuman ibu begitu tajam. Masakan apapun yang aku buat untuk ibu, ibu bilang semuanya terlalu. Terlalu asin, terlalu manis dan terlalu tajam.
          Dan hari ini, dan sekarang, dan dari kemarin, dan tadi pagi, dan tadi siang rambut ibu udah mulai rontok. Rontok begitu hebat. Pada hari pertama kerontokan, bapak aku sendiri yang membersihkannya ketika bangun tidur karena rambut yang rontok tersebut sudah memenuhi bantal. Hari berikutnya, saat aku membereskan tempat tidur ibuku, aku melihatnya sendiri kerontokan tersebut di atas bantal ibu tidur.
Hari ini, aku menemani Ibu seharian, hari ini ibu sariawan bukan sariawan biasa dan ini merupakan dari salah satu efek kemo.  Ibu susah untuk makan, karena apapun yang di telan katanya sakit. Apapun alasannya, aku berharap ibu harus sadar kalau dia harus makan! Harus meskipun sedikit-sedikit. Badannya memang agak anget seperti demam. Dan pada saat siang tadi, ibu minta aku untuk menyisir rambutnya. Jangankan untuk menyisir, topi jaket yang ibu kenakan begitu banyak rambut. Rambut yang rontok akibat kemoterapi. Lebih sedihnya lagi, saat sisir itu aku pergunakan ke rambut ibu, sekali sisiran menghasilkan banyak sekali helai rambut yang rontok. Dan aku takut ketika itu. Hal haru yang biasanya aku saksikan di layar kaca (re:SKUT), dan sekarang aku berhadapan lagsung dengan tokoh utamanya.
          Dari hal yang belum lama menimpa keluarga kami ini, aku mendapat begitu banyak pelajaran. Kesabaran yang luar biasa ibuku, I’tikad yang begitu kuat, do’a yang selalu terucap dari dan untuk orang-orang tersayang.
Semenjak saat itu, aku belajar  menjadi Ibu Rumah Tangga yang sesungguhnya. Segala pekerjaan rumah. Dan bagaimana tentang memasak? And it’s a truelly about cooking, isn’t just bout ordering some for eating, but have a deadline’s time is.
Semenjak saat itu, aku sebagai anak pertama belajar utuk dewasa. Belajar, belajar dan belajar. Karena yang aku tau, dewasa itu prihatin.
Semenjak saat itu, aku menjadi sedikit lebih akrab dengan adik-adikku. Kami semua aku yakin memiliki fikiran yang sama, ingin melihat ibu bahagia ketika melihat kami runtut.
Semenjak saat itu, aku melihat seseorang dengan sabar yang luar biasa.
Semenjak saat itu, aku pengen dan selalu pengen memberikan yang terbaik untuk orangtuaku.

                Kata orang, penyakit seperti ini adalah penyakit yang harus memiliki semangat yang kuat untuk sembuh, dorongan yang kuat dari orang-orang dekat dan dari diri sendiri. Penyakit ang harus memiliki rasa optimis yang begitu besar untuk sembuh. Dan aku yakin, Ibu pasti memiliki itu semua, ibu memiliki semangat yang luar biasa. Ya, ibu memiliki semangat dan kesabaran yang luar biasa sampai pada waktunya untuk disembuhkan oleh Allah!
Dari hal yang kami alami ini, banyak hikmah yang didapat.
Semoga Allah tetap menjaga Ibu dan menyembuhkannya atas ikhtiar & do’a yang sedang dan selalu kami lakukan. Aamiin.
Love you so much, Bu………..

This entry was posted in