Wednesday, February 26, 2014

Air Hujan

Ya Allah berikanlah aku kedamaian hati...
Bila lidahku ini hanya menjadi pedang penyayat bagi orang lain, maka diamkanlah aku
Mungkin itu adalah kalanya dimana diam seseorang menjadi emas, disaat diam memang yang terbaik dan tidak menyakiti banyak orang
Jika aku banyak menyakiti oranglain, ampuni aku. Ampuni aku Ya Allah
Kadangkala aku tidak mengerti apa yang aku lakukan sendiri ketika menyakiti oranglain. Ampuni aku Ya Allah.
Jika aku tidak bisa bermanfaat bagi oranglain, maka cukupkanlah aku agar tidak menjadi mudharat bagi orang lain
Lembutkan hatiku, agar hati ini tidak mengeras seperti batu. Agar aku mempunyai kekayaan hati.
Kekayaan hati yang akan selalu menemaniku seumur hidup.
  
Jadikanlah aku dewasa Ya Allah...
Aku tidak ingin menjadi kanak-kanak dalam kedewasaanku
Aku tidak hanya ingin dewasa dalam ukuran usia
Namun dewasa yang sesungguhnya. Dalam akal, fikiran, hati, ucapan & tindakan
Kapanpun, secepat apapun, di manapun dan bagaimanapun
Biarkanlah aku selalu tumbuh dewasa  menjadi diri sendiri dengan izin dari-Mu

Dan, rangkul aku agar selalu ada di dekat-Mu dalam senang maupun sedih. Sampai kapanpun, ada di dekat-Mu.....
Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Wednesday, November 20, 2013

Alhamdulillah. Terimakasih semuanya


Kamu pernah nggak ngerasa kangen banget sama blogg kamu, pengen cerita (lagi) banyak tapi kebingungan harus apa yang kamu ceritain? Sudah terlalu banyak yang teralami di kehidupan ini semenjak postinganku terakhir di blogg. Banyak juga suka duka yang belum sempet aku tulis karena mood yang selalu berupah-ubah (Please!).
Alhamdulillah pengobatan utama Ibu sudah selsai. Mulai dari Kemoterapi I, Kemoterapi II, Kemoterapi III, Kemoterapi IV, Operasi Pengankatan, Kemoterapi V, Tes Nuklir Radioterapi dan sampai akhirnya pemuliahan semuanya berjalan sangat sukses. Sekarang Ibu cuma tinggal berobat jalan ke Bandung untuk 3 tahun ke depan. Ya Allaaaaah ini bener-bener nikmat yang gak ketara sama apapun. Dengan cobaan ini, semoga derajat Ibu dipertinggi. Ibu udah sabar banget ngejalanin semuanya. Sabar dan gak pernah ngeluh apapun meskipun selalu kesakitan. Gak semua orang tau gimana rasanya menjalani hari-hari kemoterapi, gak semua orang ngerti gimana rasanya menjadi orang-orang terdekat dalam kehidupan Ibu. Gak semua orang ngerti itu semua. Kalo rasa sakit Ibu bisa dibagi, aku rela buat ikutan ngerasain sakit biar sakitnya Ibu menjadi lebih ringan. Aku mau.
Dulu pas pertamakali aku tau penyakit Ibu, hampir tiap waktu aku nangis sendiri. Nangis sembunyi-sembunyi dari kerumunan orang-orang, nangis yang susah banget buat di stop. Nangis tanpa ada satupun yang nenangin dan itu Cuma aku sendiri. Kadang Cuma bisa cerita selintas di blogg ini, dan itu gak bisa setiap waktu. Aku bener-bener takut. Takut segala hal yang buruk terjadi. Aku ga bisa bayangin hidup aku kalo ga ada Ibu. Entah mungkin hari-hari aku bakal kayak gimana.
Setelah beberapa saat aku bisa tenangin diri, aku mulai cerita sama orang-orang terdekat tentang ini. Bukan buat apa-apa, tapi aku gak mau mendem ini semua sendiri. Aku pengen ngungkapin kegelisahan, ketakutan & kesedihan aku yang luar biasa. Agar bikin ngebuat aku lebih lega, karena sudah terungkapkan. Itu aja.
Sekarang Ibu aku udah sembuh. Sembuh! Aku gak suka sama informasi” hoax penyakit kanker yang bikin para pembacanya down. Buat kalian semua yang selalu ada di samping aku. Makasih supportnya. Aku bisa kuat untuk menguatkan Ibu adalah salah satunya karena kalian. Makasih banyak atas doanya. Doaku yang terbaik untuk kalian semua. Terimakasih.
Satu lagi, tetap semangat untuk siapapun penderita kanker. Semua akan indah pada waktunya. Kata Ibu aku juga, terima sebagai penghapus dosa insyaAllah. Hadapi, tawakal, ikhtiar dan terus berdoa. Sekali lagi, semua akan indah pada waktunya. Semangaaaat!

Friday, May 10, 2013

Pasca Operasi Pengangkatan


Jum’at, 10 Mei 2013
@Kuningan 21:40 WIB
Alhamdulillah operasi Ibu (3 Mei 2013) berjalan dengan sangat lancar. Mulai dari Ibu menjalani Kemoterapi I, II, III, IV yang sangat luar biasa sekali efeknya ternyata dengan kegigihan untuk terus sembuh itu hampir terwujud sekarang. Ibu telah menjalani operasi pengangkatan payudara. Operasi besar yang tentu membutuhkan fisik & mental yang kuat serta dorongan & motivasi tiada henti dari orang-orang di sekitar.
        Ah, betapa gak sabarnya aku ketika melihat Ibu sembuh total nanti sebentar lagi. Adik kecilku Ipooong Katanya pengeen Car Free Day bareng pas Ibu udah sembuh. Semoga bisa terwujud. Heem dan akuu? Saat Ibu udah sembuh nanti,  aku Cuma pengen ibu sehat sehat dan sehaaaaat seterusnya serta panjang umur.
        Sedikit lagi, sedikit lagi dan lagi. Sekarang Ibu sedang dalam masa perawatan pasca operasi, setelah itu kemoterapi V, kemoterapi VI, radioterapi daaaaaaan sembuuuh! Ahhh, gak sabaaaar. Gak sabar menyambut hari lebih baik itu. Gak sabaaaar………. Coba ada kantong ajaibnya doraemon yang bisa ngeluarin mesin waktu. Hehee :p random. #lagiseneng

Lekas sembuh ya buuu aamiin… Love u so much bu…
This entry was posted in

Thursday, March 7, 2013

Tuesday, February 12, 2013

A Tragic Accident

            Rabu, 6 Februari kemarin, 1 hari setelah hari ulang tahun ibu kami berencana untuk mengantar ibu kemoterapi II ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun tidak disangka-sangka, mobil yang kami bawa mengalami kecelakaan di tol Pasteur Km 150 dekat Moh. Toha.  Mobil avanza yang kami bawa menabrak tiang pembatas jalan tol. Mobil itu menabrak tiang, lalu terguling beberapa kali ke sisi kiri jalan tol sampai posisi mobil tersebut ban berada di atas.
            Kala itu aku sedang mengantuk, namun saat mobil itu mengalami kecelakaan mataku terbuka dan melihat bagaimana keadaan dalam mobil saat mobil tersebut terguling. Aku takut, sangat takut mendengar semuanya teriaaak. Lalu, tiba-tiba aku terbangun masih dalam mobil dengan mulutku yang dipenuhi darah. Tidak peduli apa yang aku rasakan, aku bersegera mungkin untuk mencari Ibu. Ternyata ibu sedang tergeletak tidak jauh dariku dan aku langsung membangunkannya.
            Sementara itu, nenekku sudah terbangun dan beliau sedang dibantu oleh para relawan keluar dari mobil keadaan terbalik tersebut. Suara keluargaku yang lain pun sudah mulai terdengar. Dan aku yang dikeluarkan paling terakhir dari mobil itu. Sungguh menghawatirkan, keluar dari jendela mobil yang serpihan-serpihan kacanya sudah pecahhhh. Sepupu kecilku yang berusia 10 bulan sempat pingsan, sangat panic melihatnya karena tidak bergerak sedikitpun.
            Lalu, kami secepat mungkin dibawa ke RS terdekat dari tol oleh para relawan, RS Bayangkhara Sartika Asih, Bandung. Disana, kami semua langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) termasuk sepupu kecilku yang sudah dapat menangis sesampai UGD. Dari hasil pemeriksaan, ternyata nenekku mengalami retak tulang dada kiri atas, Bibiku terbentur kepalanya dan harus di ctscan dan sepupu kecilku rahangnya itu geser, daaan yang lainnya Alhamdulillah hanya luka-luka kecil sewajarnya orang mengalami kecelakaan.
            Alhamdulillah juga ya Allah masih diberi umur. Alhamdulillahhhhh. Karena ini adalah salah satu kecelakaan luar biasa menurutku. Meskipun ini kecelakaan tunggal, tapi hal seperti ini biasanya nyawa yang menjadi taruhan. Namun keluarga kami masih disayang oleh Allah. Masih ditangtayungan. Masih dipaparinan.
Dibalik ini semua banyak pelajaran & hikmah. Semoga senantiasa selalu diberikan kesabaran oleh Allah SAW. Aammin.

Love you so much Bu…… Smg cepat sembuh

This entry was posted in