Wednesday, October 31, 2012

Have a Great Day for Tomorrow

Rabu, 31 Oktober 2012
Di Kamar Kost – 17:41 WIB

            01 November besok aku berumur 19 tahun. Dimana tepatnya 19 tahun yang lalu ibu melahirkanku ke dunia ini. Umur yang terbilang bukan untuk seorang kanak-kanak lagi. Umur yang seharusnya udah bisa dewasa menyikapi segala hal. Bukan umur untuk berlabil-labil lagi meskipun hal itu susah untuk tidak dialami. Bukan umur buat bimbang-bimbangan lagi milih seseuatu hal. Bukan umur buat Cuma bilang “gatau kenapa” atas sesuatu hal. Karena di umur belasan terakhir ini aku harus mempunyai rasionalisasi atas segala hal, punya alasan, punya pandangan dan juga punya pertanggungjawaban.
            Aku sadaaaaar, aku belum bisa banggain sipapun. Belum bisa kasih apapun yang dapat membuat diriku bangga minimal untuk orang-orang yang aku sayangi. Dan semua itu belum bisa aku kasih buat mereka. Tapi satu yang harus aku yakinkan pada diriku sendiri bahwa aku ini adalah yang terbaaaaaaik. Hal apapun yang udah aku pilih, hal apapun yang aku jalani adalah hal yang terbaik. Terbaik untuk segala hal meskipun itu semua belum memuaskan dan belum terlihat baik. Karena mungkin dengan ini aku bisa belajar menjadi lebih dewasa. Melalui pelajaran hidup.
            Dan aku amat sangat perlu mengembangkan diriku sendiri. Sangat perlu!
Apapun itu, untuk semua orang-orang terbaik yang sampai saat ini masih ada disampingku, semoga suatu saat nanti aku dapat membuat kalian bangga atas aku. Atas adanya aku disini……….
Dan Adzan Magrib pun berkumandang. Aku harus menutup curhat kecil sore ini. Dan setelah ini, aku akan bergegas untuk menjalankan Ibadah Shalat Magrib..
Byeeee… Semoga umur dan semua waktuku dapat sedikit aja lebih berharga. Terimakasih Ibu
This entry was posted in

Monday, October 8, 2012

Mengapa Manajemen Haji & Umroh UIN Jakarta


Namaku Pipit Deviyanti, seorang mahasiswi berumur 19 tahun, anak pertama dari 3 bersaudara dan terlahir dari keluarga sederhana namunmenyimpan sejuta kebahagiaan. Adikku bernama Ajeng Dita Aprilian (14th) pelajar kelas IX SMP & Farhan Habban Nugraha (8th) pelajar kelas II SD. Ibu & Bapakku bekerja sebagai PNS (guru). Mereka selalu membimbingku dalam segala hal. Salah satunya ketika aku akan melanjutkan pendidikanku ke tingkat Universitas pun itu adalah atas bimbingan dan arahan mereka. Bahkan sampai aku masuk di jurusan Manajemen Haji & Umroh ini atas semangat dari mereka yang tidak akan pernah padam. Mengapa Manajemen Haji & Umroh?
Ibadah haji merupakan penyempurna ibadah dalam agama Islam, orang-orang muslim berbondong-bondong menunaikan ibadah haji setiap tahunnya sampai selalu memadati lingkungan ka’bah. Namun akhir-akhir ini kendala sangat terlihat dari petugas penyelenggaraan pemberangkatan para jemaah haji, keluhan-keluhan terdengar dari para jamaah yang mendapatkan fasilitas yang tidak sesuai dengan materi yang telah dikeluarkan.
Berita yang kita dengar baru-baru ini bahwa para jemaah haji mengalami kelaparan bahkan ada yang sakit dan meninggal dunia. Hal ini sangat miris terdengar dan membutuhkan perhatian yang sangat intensif dari pemerintah kita dalam penyelenggaraan ibadah haji selanjutnya, karena ibadah haji bukan lagi merupakan kepentingan individual tapi juga sudah termasuk dalam daftar kerja pemerintah.
Permasalahan-permasalahan yang muncul itu memicu perhatian para ahli-ahli Islam untuk kembali menata penyelenggaraan ibadah haji yang efisien agar tidak terulang kembali permasalahan yang membuat kita miris mendengarnya. Disinilah manajemen haji, umrah dan ziarah memegang kendali untuk memperbaiki tatanan penyelenggaraan haji yang mampu dipertanggung jawabkan pada masyarakat layak.
Dan disini pula saya tau bahwa untuk memanage sebuah lembaga/organisasi khususnya dalam lingkup Haji & Umroh memerlukan ilmu, praktek dan pengalaman yang sangat matang. Maka ketika Universitas Islam Negeri Jakarta ini membuka konsentrasi baru Manajemen Haji & Umroh yang merupakan sebuah cabang konsentrasi baru dari Jurusan Manajemen Dakwah, minat saya menjadi semakin kuat untuk dapat masuk jurusan ini.
Selain hal-hal di atas, adapun satu motivasi terbesar saya untuk masuk jurusan Manajemen Haji & Umroh UIN Jakarta ini, adalah agar dapat menghajikan kedua orang tua saya ke Mekkah suatu saat nanti. Untuk dapat menunaikan ibadah haji atau menghajikan orang memang tidak harus dengan masuk jurusan ini. Tapi entah mengapa, namun seketika semangat yang menggebu ini timbul ketika melihat daftar-daftar jurusan yang akan saya pilih nantinya pada saat itu.
Ada beberapa gambaran prospek yang saya lihat pada jurusan ini ketika dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat dengan baik. Yang pertama adalah mendidik kita untuk menjadi manager (pengusaha) dalam sebuah biro perjalanan haji/umroh (travel). Yang kedua adalah mendidik kita bagaimana menjadi seorang pembimbing dalam proses melaksanakan ibadah haji/umroh. Dan yang ketiga adalah mendidik kita menjadi seorang pegawai (PNS) pada lembaga-lembaga keislaman seperti Departemen Agama, Kementrian Agama dsb. Ini semua demi mengaplikasikan ilmu-ilmu yang dipelajari.
Mengutip pula pernyataan dari obrolan para mahasiswa Manajemen Haji & Umroh UIN Jakarta semester III dengan seorang dosen Ilmu Tabligh, yang mana merupakan salah seorang yang telah merintis dan memperjuangkan hingga jurusan/konsentrasi MHU ini ada. Drs. Jundah Sulaiman, MA. Beliau mengatakan bahwa kami adalah orang-orang yang beruntung dapat kuliah pada jurusan MHU. Selain menjadi pembimbing adalah sebuah profesi yang dapat menghasilkan rupiah, pekerjaan ini juga merupakan suatu bentuk ibadah untuk mengantarkan para jamaah ke Baitullah. Lalu jika kita lihat dari sudut wirausaha atau bussines, dalam kaca mata saya ini merupakan sebuah lahan usaha yang tidak pernah padam dan cenderung terus meningkat setiap waktunya. Dapat dibuktikan dengan waiting list yang merupakan cerminan bahwa peminat haji/umroh setiap tahunnya semakin meningkat pesat, apalagi Negara Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.
Faktor apa saja yang menyemangati saya untuk dapat belajar/kuliah di jurusan Manajemen Haji & Umroh, sebelum, sesudah atau ketika saya masih dalam proses masa perkuliahan seperti sekarang ini diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapat pada tatarannya, yaitu ranah Haji & Umroh, diharapkan juga dapat memanage dan  memperbaiki  tatanan Haji & Umroh masa kini yang semakin tidak teratur dan membeludak suatu saat nanti. Aamiin

Saturday, September 29, 2012

Wednesday, August 22, 2012

Seputar Bronkitis | Dokter Sehat


DokterSehat.com – Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Bronkitis biasanya terjadi karena infeksi seperti radang tenggorokan, campak, dan batuk rejan. Penyakit ini disebabkan virus dan bakteri.
Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru serta saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi, dan pembesaran amandel pada anak-anak.
Terdapat dua tipe bronkitis, yakni akut dan kronis. Bronkitis akut ditandai dengan batuk berdahak kekuningan dan demam. Bronkitis akut biasanya juga mengenai bagian paru lainnya.
Sementara bronkitis kronis ditandai dengan batuk lama, berdahak banyak, dan terutama terjadi pada saat tidur atau pada pagi hari. Penyakit ini biasanya didahului oleh infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Terdapat juga tipe bronchitis yang lain, yaitu bronkitis iritatif bisa disebabkan berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, sejumlah pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida yang biasa terapat pada asap kebakaran hutan. Penyakit ini juga akibat dari polusi udara serta tembakau maupun rokok.
Gejala dari bronkitis pada awalnya adalah batuk-batuk tanpa dahak yang akan berubah menjadi berdahak dalam waktu beberapa hari kemudian. Batuk berdahak awalnya berwarna putih dan bisa berubah menjadi kuning sampai kehijauan kadang disertai demam bila disebabkan oleh bakteri.
Diagnosis ditegakkan selain dilihat dari gejala, juga melalui pemeriksaan fisik, untuk rontgen dada, umumnya masih dalam batas normal atau terdapat gambaran peningkatan corakan bronkovaskular. Pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik serta obat simptomatik lainnya.
Sedangkan bila disebabkan oleh virus, penyakit ini akan sembuh sendiri bila banyak istirahat serta makan makanan yang bergizi.Untuk perokok, dianjurkan berhenti merokok karena asap rokok bisa menjadi pemicu untuk serangan bronkitis. Bronkitis berbeda dengan Tuberkulosis.
Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini adalah penyakit kronik dan menular dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu disertai demam tidak terlalu tinggi, keringat malam serta terdapat penurunan berat badan.
Diagnosis tuberkulosis ditegakkan melalui pemeriksaan dahak dengan ditemukannya kuman TB atau rontgen dada. Pengobatan TB juga berbeda dengan bronkitis karena membutuhkan waktu lebih lama yaitu 6 bulan.
sumber: pontianak post


REPOST!




Monday, August 13, 2012

Lose My Self

Selasa, 13 Agustus 2012
@KuninganASRI

Beribu nikmat yang udah Tuhan kasih buat aku, sedikit aja cara aku untuk menyampaikan syukur selalu dan selalu terhalang oleh sejuta alasan. Kalo ada yang nanya makhluk yang paling ga tau diri, ya pasti akan terjawab dengan jawaban “manusia yang hidup dan menikmati hidupnya tanpa syukur”.
       Tapi apakah tetap dalam termasuk manusia tanpa syukur ketika dia merasa ada sesuatu yang kurang darinya, ada sesuatu yang masih dia harapkan dalam dirinya dan dia belum juga merasakannya sampai sekarang? Apakah itu masuk dalam manusia tanpa syukur, Tuhan?
       Aku sadar, nikmatmu adalah nikmat tiada batas apapun Tuhan, tiada hitungan rasional manusia, tiada nilai dan nominal angka kalkulator yang seperti manusia ciptakan, dannnnnnn tiada memandang apapun.
Tapi izinkanlah aku mencicipi satu nikmat yang belum aku ketahui dan belum aku cicipi, Tuhan. Aku menginginkan itu! Itu yang dari dulu aku inginkan. Aku tidak mempercayai bahwa “setiap orang mempunyai kelebihan”. Teori itu belum pernah terjadi pada diri aku. Sampai sekarang, sampai usiaku menuju 19 tahun, aku belum pernah menemukan itu. I lost my self!
This entry was posted in