01 November 2012
Thursday, November 1, 2012
Wednesday, October 31, 2012
Have a Great Day for Tomorrow
Rabu,
31 Oktober 2012
Di
Kamar Kost – 17:41 WIB
01 November besok aku berumur 19
tahun. Dimana tepatnya 19 tahun yang lalu ibu melahirkanku ke dunia ini. Umur
yang terbilang bukan untuk seorang kanak-kanak lagi. Umur yang seharusnya udah
bisa dewasa menyikapi segala hal. Bukan umur untuk berlabil-labil lagi meskipun
hal itu susah untuk tidak dialami. Bukan umur buat bimbang-bimbangan lagi milih
seseuatu hal. Bukan umur buat Cuma bilang “gatau kenapa” atas sesuatu hal.
Karena di umur belasan terakhir ini aku harus mempunyai rasionalisasi atas
segala hal, punya alasan, punya pandangan dan juga punya pertanggungjawaban.
Aku sadaaaaar, aku belum bisa
banggain sipapun. Belum bisa kasih apapun yang dapat membuat diriku bangga
minimal untuk orang-orang yang aku sayangi. Dan semua itu belum bisa aku kasih
buat mereka. Tapi satu yang harus aku yakinkan pada diriku sendiri bahwa aku
ini adalah yang terbaaaaaaik. Hal apapun yang udah aku pilih, hal apapun yang
aku jalani adalah hal yang terbaik. Terbaik untuk segala hal meskipun itu semua
belum memuaskan dan belum terlihat baik. Karena mungkin dengan ini aku bisa
belajar menjadi lebih dewasa. Melalui pelajaran hidup.
Dan aku amat sangat perlu
mengembangkan diriku sendiri. Sangat perlu!
Apapun
itu, untuk semua orang-orang terbaik yang sampai saat ini masih ada
disampingku, semoga suatu saat nanti aku dapat membuat kalian bangga atas aku.
Atas adanya aku disini……….
Dan
Adzan Magrib pun berkumandang. Aku harus menutup curhat kecil sore ini. Dan
setelah ini, aku akan bergegas untuk menjalankan Ibadah Shalat Magrib..
Byeeee…
Semoga umur dan semua waktuku dapat sedikit aja lebih berharga. Terimakasih Ibu
Monday, October 8, 2012
Mengapa Manajemen Haji & Umroh UIN Jakarta
Namaku
Pipit Deviyanti, seorang mahasiswi berumur 19 tahun, anak pertama dari 3
bersaudara dan terlahir dari keluarga sederhana namunmenyimpan sejuta
kebahagiaan. Adikku bernama Ajeng Dita Aprilian (14th) pelajar kelas IX SMP
& Farhan Habban Nugraha (8th) pelajar kelas II SD. Ibu &
Bapakku bekerja sebagai PNS (guru). Mereka selalu membimbingku dalam segala
hal. Salah satunya ketika aku akan melanjutkan pendidikanku ke tingkat
Universitas pun itu adalah atas bimbingan dan arahan mereka. Bahkan sampai aku
masuk di jurusan Manajemen Haji & Umroh ini atas semangat dari mereka
yang tidak akan pernah padam. Mengapa Manajemen Haji & Umroh?
Ibadah haji merupakan penyempurna ibadah dalam agama
Islam, orang-orang muslim berbondong-bondong menunaikan ibadah haji setiap
tahunnya sampai selalu memadati lingkungan ka’bah. Namun akhir-akhir ini
kendala sangat terlihat dari petugas penyelenggaraan pemberangkatan para jemaah
haji, keluhan-keluhan terdengar dari para jamaah yang mendapatkan fasilitas
yang tidak sesuai dengan materi yang telah dikeluarkan.
Berita yang kita dengar baru-baru ini bahwa para jemaah
haji mengalami kelaparan bahkan ada yang sakit dan meninggal dunia. Hal ini
sangat miris terdengar dan membutuhkan perhatian yang sangat intensif dari
pemerintah kita dalam penyelenggaraan ibadah haji selanjutnya, karena ibadah
haji bukan lagi merupakan kepentingan individual tapi juga sudah termasuk dalam
daftar kerja pemerintah.
Permasalahan-permasalahan yang muncul itu memicu
perhatian para ahli-ahli Islam untuk kembali menata penyelenggaraan ibadah haji
yang efisien agar tidak terulang kembali permasalahan yang membuat kita miris
mendengarnya. Disinilah manajemen haji, umrah dan ziarah memegang kendali untuk
memperbaiki tatanan penyelenggaraan haji yang mampu dipertanggung jawabkan pada
masyarakat layak.
Dan disini pula saya tau bahwa untuk memanage sebuah
lembaga/organisasi khususnya dalam lingkup Haji & Umroh memerlukan
ilmu, praktek dan pengalaman yang sangat matang. Maka ketika Universitas Islam
Negeri Jakarta ini membuka konsentrasi baru Manajemen Haji & Umroh yang
merupakan sebuah cabang konsentrasi baru dari Jurusan Manajemen Dakwah, minat
saya menjadi semakin kuat untuk dapat masuk jurusan ini.
Selain hal-hal di atas, adapun satu motivasi terbesar
saya untuk masuk jurusan Manajemen Haji & Umroh UIN Jakarta ini, adalah
agar dapat menghajikan kedua orang tua saya ke Mekkah suatu saat nanti. Untuk
dapat menunaikan ibadah haji atau menghajikan orang memang tidak harus dengan
masuk jurusan ini. Tapi entah mengapa, namun seketika semangat yang menggebu
ini timbul ketika melihat daftar-daftar jurusan yang akan saya pilih nantinya
pada saat itu.
Ada beberapa gambaran prospek yang saya lihat pada
jurusan ini ketika dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat dengan baik.
Yang pertama adalah mendidik kita untuk menjadi manager (pengusaha) dalam
sebuah biro perjalanan haji/umroh (travel). Yang kedua adalah mendidik kita
bagaimana menjadi seorang pembimbing dalam proses melaksanakan ibadah
haji/umroh. Dan yang ketiga adalah mendidik kita menjadi seorang pegawai (PNS)
pada lembaga-lembaga keislaman seperti Departemen Agama, Kementrian Agama dsb.
Ini semua demi mengaplikasikan ilmu-ilmu yang dipelajari.
Mengutip pula pernyataan dari obrolan para mahasiswa
Manajemen Haji & Umroh UIN Jakarta semester III dengan seorang dosen
Ilmu Tabligh, yang mana merupakan salah seorang yang telah merintis dan
memperjuangkan hingga jurusan/konsentrasi MHU ini ada. Drs. Jundah Sulaiman, MA.
Beliau mengatakan bahwa kami adalah orang-orang yang beruntung dapat kuliah
pada jurusan MHU. Selain menjadi pembimbing adalah sebuah profesi yang dapat
menghasilkan rupiah, pekerjaan ini juga merupakan suatu bentuk ibadah untuk
mengantarkan para jamaah ke Baitullah. Lalu jika kita lihat dari sudut
wirausaha atau bussines, dalam kaca
mata saya ini merupakan sebuah lahan usaha yang tidak pernah padam dan
cenderung terus meningkat setiap waktunya. Dapat dibuktikan dengan waiting list yang merupakan cerminan
bahwa peminat haji/umroh setiap tahunnya semakin meningkat pesat, apalagi
Negara Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.
Faktor apa saja yang menyemangati saya untuk dapat
belajar/kuliah di jurusan Manajemen Haji & Umroh, sebelum, sesudah atau
ketika saya masih dalam proses masa perkuliahan seperti sekarang ini diharapkan
dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapat pada tatarannya, yaitu ranah Haji
& Umroh, diharapkan juga dapat memanage dan memperbaiki
tatanan Haji & Umroh masa kini yang semakin tidak teratur dan
membeludak suatu saat nanti. Aamiin
Saturday, September 29, 2012
Wednesday, August 22, 2012
Seputar Bronkitis | Dokter Sehat
DokterSehat.com – Bronkitis adalah
suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini
biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Bronkitis
biasanya terjadi karena infeksi seperti radang tenggorokan, campak, dan batuk
rejan. Penyakit ini disebabkan virus dan bakteri.
Serangan
bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru
serta saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari
sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi, dan pembesaran amandel pada anak-anak.
Terdapat
dua tipe bronkitis, yakni akut dan kronis. Bronkitis akut ditandai dengan batuk
berdahak kekuningan dan demam. Bronkitis akut biasanya juga mengenai bagian
paru lainnya.
Sementara
bronkitis kronis ditandai dengan batuk lama, berdahak banyak, dan terutama
terjadi pada saat tidur atau pada pagi hari. Penyakit ini biasanya didahului
oleh infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Terdapat
juga tipe bronchitis yang lain, yaitu bronkitis iritatif bisa disebabkan
berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, sejumlah pelarut organik,
klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida yang biasa terapat pada asap
kebakaran hutan. Penyakit ini juga akibat dari polusi udara serta tembakau
maupun rokok.
Gejala
dari bronkitis pada awalnya adalah batuk-batuk tanpa dahak yang akan berubah
menjadi berdahak dalam waktu beberapa hari kemudian. Batuk berdahak awalnya
berwarna putih dan bisa berubah menjadi kuning sampai kehijauan kadang disertai
demam bila disebabkan oleh bakteri.
Diagnosis
ditegakkan selain dilihat dari gejala, juga melalui pemeriksaan fisik, untuk
rontgen dada, umumnya masih dalam batas normal atau terdapat gambaran
peningkatan corakan bronkovaskular. Pengobatannya adalah dengan pemberian
antibiotik serta obat simptomatik lainnya.
Sedangkan
bila disebabkan oleh virus, penyakit ini akan sembuh sendiri bila banyak
istirahat serta makan makanan yang bergizi.Untuk perokok, dianjurkan berhenti
merokok karena asap rokok bisa menjadi pemicu untuk serangan bronkitis.
Bronkitis berbeda dengan Tuberkulosis.
Tuberkulosis
adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit
ini adalah penyakit kronik dan menular dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu
disertai demam tidak terlalu tinggi, keringat malam serta terdapat penurunan
berat badan.
Diagnosis
tuberkulosis ditegakkan melalui pemeriksaan dahak dengan ditemukannya kuman TB
atau rontgen dada. Pengobatan TB juga berbeda dengan bronkitis karena
membutuhkan waktu lebih lama yaitu 6 bulan.
sumber:
pontianak post
REPOST!
Subscribe to:
Posts (Atom)




